Blog Wisata dan Paket Tour Bali

Sapta Nirwandar: Indonesia Bukan Hanya Bali

- Topik Berita Bali

Budpar.go.id - Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) DR. Sapta Nirwandar mengajak masyarakat Selandia Baru untuk terus berkunjung ke Indonesia. Tidak perlu takut pada situasi keamanan pascapeledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

“Saya yakin semua yang hadir di sini sudah pernah ke Bali, tetapi saya informasikan bahwa Indonesia bukan hanya Bali,” kata Sapta dalam dialog bisnis Indonesia di Auckland, Selandia Baru, Senin (14/9).

Sapta kemudian menjelaskan potensi pariwisata Indonesia yang terhampar luas dari Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, Lombok, hingga Komodo dan Danau Kalimutu yang tiga warna di Flores, Raja Ampat di Papua, dan Bunaken di Manado, Sulawesi.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Aurora Tambunan selanjutnya menambahkan bahwa Jakarta sebagai Ibukota negara juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Banyak obyek yang menarik dengan shopping mall-nya yang modern serta pusat belanja bagi kaum wanita seperti Manggadua dan Tanahabang. Jakarta juga memiliki sejumlah herritage dan pertunjukan budaya yan terjadwal.

Para peserta dialog sendiri umumnya menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Depbudpar untuk memulihkan citra pariwiasata ini. (Pusformas)

Sumber : Kompas.com

Denpasar Ikuti Porprov IX

- Topik Berita Bali

Denpasarkota.go.id - Agenda multi event Porprov IX secara resmi telah dibuka oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika Rabu (9/9) di Lapangan Mengwi dihadiri para pejabat Propinsi Bali serta Bupati dan Walikota se-Bali serta ribuan atlet. Pembukaan yang diawali dengan menampilkan aneka kesenian dan tarian kolosal siswa pelajar di Kabupaten Badung berlangsung dengan meriah.

Ketua Kontingen Kota Denpasar Drs. Nyoman Mardika usai mengikuti defile peserta Porprov mengatakan bahwa tim Kota Denpasar berkekuatan 476 atlet serta 130 official. Dengan kekuatan tersebut kontingen Denpasar mengikuti semua cabang yakni 28 cabang olah raga termasuk 2 cabang eksebisi yakni Taekwondo dan Woodball. Dengan kekuatan tersebut pihaknya optimis mampu mempertahankan predikat sebagai runner up. “Kami tidak muluk-muluk memasang target. Dengan kondisi sekarang dimana banyak atlet potensial Denpasar yang hengkang membela daerah lain, kami harus pasang target realistis. Minimal bisa bertahan sebagai juara dua atau runner up,”katanya. Namun demikian dia tetap optimis dengan semangat dan sikap jengah dari para atlet, Denpasar akan tetap mampu berbicara banyak dalam ajang 2 tahunan tersebut.

Sementara Ketua Umum Koni Denpasar Putu Ngurah menambahkan bahwa juara bukan menjadi tujuan utama semata apalagi dengan menghalalkan segala cara, tetapi yang terpenting bagaimana proses meraih prestasi atau juara dengan cara-cara yang elegan yang tentunya harus melalui pembinaan yang baik. Sebenarnya menurut guru spiritual Kundalini, Bali tidak kekurangan atlet handal, asal dibina dan diberi kesempatan untuk bertanding pasti akan bisa berprestasi. Jangan malah berlomba-lomba mendatangkan atlet luar daerah hanya untuk tujuan sesaat. “Ini justru tidak baik bagi pembinaan dan perkembangan atlet Bali, karena kesempatannya direbut atlet pendatang, dan untuk jangka panjang akan merugikan Bali sendiri terutama dalam hal regenerasi dan pembibitan atlet,” pungkasnya.

Pembukaan Porprov yang berlangsung secara fantastis dan spektakuler diakhiri dengan penyulutan api obor dan pesta kembang api. Porprov IX akan berlangsung hingga 16/9 mendatang.(Dw)

Air Terjun Mayung Putik

- Topik Tempat Wisata

Mayung Putik sebuah nama dalam bahasa Sasak yang berarti Rusa Putih yang konon menurut dogeng dimasa lalu air terjun tersebut pada saat tertentu sering terlihat Rusa Putih yang sedang mandi atau minum . Terletak di kawasan Hutan yang mengingatkan kita pada nuansa kehidupan asli dan sangat artistik.
Lokasi sungai ini di Danau Segara Anak dan melewati beberapa sumber air panas yang mengandung belerang, sehingga nampak airnya berwarna putih belerang.

Sumber : www.ntbprov.go.id

Makam Selaparang

- Topik Tempat Wisata

Terletak didesa Selaparang Kecamatan Swela +/ 60 km dari Mataram melalui Aikmel – Swela – Selaparang atau Aikmel – Pringgabaya – Selaparang. Oleh masyarakat Lombok, Makam Raja Selaparang ini dikramatkan dan selalu dikunjungi oleh para penziarah pada hari – hari tertentu.
Selaparang adalah kerajaan Islam tertua di Lombok sekitar permulaan abad ke –15. Beberapa ahli sejarah menyuebutkan bahwa sebelumnya kerajaan Hindu yang didirikan oleh Ratu Mas Pahit para masa kerajaan Majapahit di Jawa, salah seorang keturunan Prabu Brawijaya yang kemudian ditaklukan oleh pasukan Majapahit, dibawah pimpinan Senopati Nala. Tentang siapa nama raja selaparang ini ada beberapa yang disebut masyarakat dulan, cerita tradisi yaitu Raden Mas Pakenak Dewa kerajaan Mas Pakel, Raden Prakasa dan Batara Selaparang . Jadi sejak jaman Hindu yang kemudian beralih ke jaman Islam, Kerajaan Selaparang tersebut menurut hasil penelitian ahli sejarah aada hubunganya dengan Bali, Jawa Sumbawa, Makasar (Goa) dan Banjarmasin, hal ini nampak di bentuk bangunan fisik yang berwujud berbagi asal daerah dan agama inilah yang merupakan cirri khas makam selaparang yang tidak akan dijumpai ditempat lain.

Sumber : ntbprov.go.id

KRI Dewa Ruci Merapat di Tanjung Benoa

- Topik Berita Bali

Denpasarkota.go.id - Setelah berlabuh di Tanjung Benoa, 11 anggota KRI Dewa Ruci melakukan silahturahmi ke Pemkot Denpasar. Kedatangan anggota KRI Dewa Ruci disambut Sekkot A.A Ngr Rai Iswara yang didampingi Kepala Badan Kesbangpolimas Kota Denpasar Wayan Gede Wenten Suparlan diruang rapat kantor setempat, Senin (31/8).

Letnal Kolonel Laut (P) Suharto mengatakan tujuan dari kedatangannya ke Pemkot Denpasar mengadakan silahturahmi dan sekaligus berkenalan. KRI Dewa Ruci bersandar di wilayah Denpasar dari tanggal 31 Agustus sampai dengan 3 September 2009. menurut Suharto pelayaran KRI Dewa Ruci diawali dari Surabaya, Manado tepatnya di Pantai Bunaken dan pelabuhan ketiga di Pulau Bali. Untuk kegiatan pelayaran tahun ini Suharto mengatakan hanya melaksanakan pelayaran di dalam Negeri saja. Untuk kegiatan yang akan dilaksanakan di Kota Denpasar, Suharto mengatakan tanggal 1 September 2009 akan melaksanakan latihan-latihan bagi para Taruna Dewa Ruci dan melakukan promosi kesekolah-sekolah di kawasan Denpasar, tanggal 2 September akan melaksanakan marching band bertempat di kawasan renon Denpasar. Suharto juga memberikan kesempatan kepada Masyarakat Kota Denpasar untuk berkunjung dan melihat-lihat KRI Dewa Ruci mulai tanggal 1 sampai 3 September 2009 dari pukul 6 pagi sampai dengan pukul 8 malam.

Sementara Sekkot A.A Ngr Rai Iswara yang dalam hal ini mewakili Walikota Denpasar menyambut baik kehadiran pasukan KRI Dewa Ruci. Rai Iswara juga mengucapkan terima kasih yang telah menjadikan Denpasar sebagai salah satu kunjungan dan tempat latihan. Rai Iswara juga mengharapkan agar ajang silahturahmi ini dapat menjadi ajang koordinasi kedepan. “kepada semua aparat mulai dari Polri hingga TNI, Pemkot Denpasar selalu Good Government, yaitu selalu melakukan hubungan koordinasi yang baik,” ujar Rai Iswara. Untuk mewujudkan hubungan baik itu antar Pemkot dan TNI perlu melakukan kordinasi. Rai Iswara juga mengharapkan melalui silahturahmi ini koordinasi yang selalu kita lakukan semakin mantap. Mengenai masalah keamanan di Kota Denpasar Rai Iswara mengatakan kita selalu melakukan koordinasi dengan Desa Pekraman. Dalam kesempatan tersebut Rai Iswara juga menyampaikan Visi Pemkot Denpasar yaitu mewujudkan masyarakat yang berwawasan Budaya, kuncinya kedepan masyarakat Kota Denpasar memiliki pola pemikiran yang cerdas. Pada pertemuan tersebut juga diisi pemberian kenang-kenangan oleh Letnal Kolonel Laut (P) Suharto kepada Sekkot Rai Iswara. (Pur)

Tulamben

- Topik Tempat Wisata

Tulamben merupakan desa yang berkembang menjadi obyek wisata karena memiliki poteni laut yang beraneka ragam. Terletak di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, di bagian utara Kabupaten Karangasem sekitar ±25 km dari Kota Amlapura – ibukota kabupaten – , 37 km dari obyek wisata Candidasa, dan sekitar 82 km dari Kota Denpasar.

Akses menuju lokasi mudah dicapai karena letaknya di pinggir jalan raya jurusan Amlapura – Singaraja. Tulamben kemudian dikembangkan menjadi kawasan pariwisata yang meliputi 2 kecamatan, yaitu Desa Tulamben di Kecamatan Kubu; Desa Datah, Desa Labasari, Desa Culik, Desa Purwakerti, dan Desa Bunutan di Kecamatan Abang.

Daya tarik utama Tulamben adalahpotensi alam bawah lautnya yang eksotis untuk kegiatan diving dan snorekling karena kondisi airnya yang jernih sepanjang tahun dan arusnya yang tenang. Pada kedalaman 30 meter di bawah laut terdapat kerangka kapal “ÚS Liberty” , sebuah kapal dagang AS yang karam akibat dihantam torpedo kapal selam Jepang pada tanggal 11 Januari 1942 ketika dalam pelayarannya melintasi Selat Lombok. Menyelam di kedalaman kapal karam Liberty merupakan alasan terbaik para penyelam yang datang ke Tulamben. Diperkirakan ada sekitar 400 spesies ikan karang mendiami kapal karam tersebut dan dikunjungi sekitar 100 spesies ikan laut lepas ( pelagic).

Tempat ini juga disebut paradise reef karena penuh dengan kejutan hewan laut yang muncul, seperti jenis ribbon eel, mimic octopus, boxer crabs, ghost pipefish, seahorse, leaf fish, garden eel, lion fish, harlequin shrimp, dan jenis lain yang tidak biasa juga ditemukandi sini. Sementara kumpulan besar jack fish yang jumlahnya hingga ratusan ekor selalu meramaikan kapal karam ini dan mereka sangat ramah pada penyelam

Telaga Waja

- Topik Tempat Wisata

Telaga Waja, adalah sebuah nama sungai yang mengalir di Kecamatan Rendang, salah satu kecamatan di Kabupaten Karangasem. Sungai ini mengalir jernih dengan arus yang cukup deras. Tempat ini menjadi menarik karena lokasinya yang berpadu dengan petak-petak sawah dan hijaunya perbukitan yang menaunginya. Itulah beberapa alasan mengapa Telaga Waja dipilih menjadi salah satu start point lintasan arung jeram yang cukup menantang di Bali.

Air yang mengalir deras dengan beberapa jeram dan bebatuan sebagai rintangan menjadi pilihan yang cocok bagi avonturir untuk memacu adrenalin serta menguji nyali.

Daya tarik lain yang dimiliki Telaga Waja adalah pesona alam yang indah dan menyegarkan yang didukung oleh keberadaan sawah-sawah bertingkat dengan aktifitas para petani tradisional, juga pemandangan Gunung Agung yang menjulang tinggi di sisi utara. Tempat ini dapat dimanfaatkan juga sebagai jalur trekking

Taman Tirtagangga

- Topik Tempat Wisata

Taman Tirtagangga merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang. Jaraknya sekitar 5 km ke arah utara dari Kota Amlapura– ibukota kabupaten – dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem.

Sebelum dibangun, taman ini merupakan areal mata air besar dan masyarakat menyebutnya dengan embukan, artinya mata air. Mata air ini difungsikan oleh pnduduk dari desa-desa sekitarnya sebagai tempat mencari air minum dan tempat pesiraman atau penyucian Ida Betara ( para dewa ), oleh karena itu mata air itu disakralkan oleh penduduk setempat. Dari mata air inilah kemudian Raja Karangasem mendapat ide untuk membangun sebuah taman terlebih karena alamnya didukung oleh udara yang sejuk, yang kemudian diberi nama Taman Tirtagangga. Sama halnya dengan Tama Soekasada Ujung, maka Tama Tirtagangga memiliki keterikatan kuat dengan Puri Agung Karangasem.

Dalam areal Tama Tirtagangga terdapat beberapa kolam besar yang difungsikan sebagai kolam ikan dan tempat permandian. Air yang mengalir melalui pancuran-pancuran besar dan kecil yang keluar dari mulut patung-patung di kolam ini berasal dari sumber mata air sehingga terasa sejuk dan menyegarkan. Di tempat ini terdapat menara air mancur dan patung teratai bertingkat yang membagi dua buah kolam besar.

Pada masa kini Taman Tirtagangga berfungsi secara religius, sosial, dan juga sebagai hiburan. Secara religius, mata air di tempat tersebut dimanfaatkan sebagai air suci bagi masyarakat sekitarnya di samping sebagai tempat untuk upacara Dewa Yadnya dan Metirtayatra.

Secara sosial, sumber mata air Tirtagangga dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai sumber air bersih bagi masyarakat Karangasem. Dan sebagai hiburan, Taman Tirtagangga dikelola dan dikembangkan sebagai salah satu obyek dan daya tarik wisata yang banyak diminati serta dikunjungi sebagai tempat rekreasi

Pura Besakih, Pura Terbesar di Indonesia

- Topik Tempat Wisata

Pura Agung Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, berada di lereng sebelah barat daya Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali. Akses dari Kota Denpasar untuk mencapai tempat ini berjarak sekitar 25 km ke arah utara dari Kota Semarapura – Kabupaten Klungkung.

Perjalanan menuju Pura Besakih melewati panorama Bukit Jambul yang juga merupakan salah satu obyek dan daya tarik wisata Kabupaten Karangasem.

Letak Pura Besakih sengaja dipilih di desa yang dianggap suci karena letaknya yang tinggi, yang disebut Hulundang Basukih yang kemudian menjadi Desa Besakih. Nama Besakih diambildari Bahasa Sansekerta, wasuki atau dalam bahasa Jawa Kuno basuki yang berarti selamat. Selain itu, nama Pura Besakih didasari pula oleh mithologi Naga Basuki sebagai penyeimbang Gunung Mandara.

Banyaknya peninggalan zaman megalitik, seperti menhir, tahta batu, struktur teras pyramid yang ditemukan di kompleks Pura Besakih menunjukkan bahwa sebagai tempat yang disucikan nampaknya Besakih berasal dari zaman yang sangat tua, jauh sebelum adanya pengaruh Agama Hindu.

Kompleks Pura Besakih dibangun berdasarkan keseimbangan alam dalam konsep Tri Hita Karana, dimana penataannya disesuaikan berdasarkan arah mata angin agar struktur bangunannya dapat mewakili alam sebagai simbolisme adanya keseimbangan tersebut. Masing-masing-masing-masing arah mata angin disebut mandala dengan dewa penguasa yang disebut “Dewa Catur Lokapala” dimana mandala tengah sebagai porosnya, sehingga kelima mandala dimanifestasikan menjadi “Panca Dewata”.

Penjabaran struktur bangunan Pura Besakih berdasarkan konsep arah mata angin tersebut, adalah :

1. Pura Penataran Agung Besakih sebagai pusat mandala di arah Tengah dan merupakan pura terbesar dari kelompok pura yang ada, yang ditujukan untuk memuja Dewa Çiwa;
2. Pura Gelap pada arah Timur untuk memuja Dewa Içwara;
3. Pura Kiduling Kereteg pada arah Selatan untuk memuja Dewa Brahma;
4. Pura Ulun Kulkul pada arah Barat untuk memuja Dewa Mahadewa;
5. Pura Batumadeg pada arah Utara untuk memuja Dewa Wisnu.

Juara Dunia Jean Daniels akan Demo ‘Bola Memutar’

- Topik Berita Bali

Beritabali.com - Juara dunia longest drive, Jean Daniels dijadualkan akan ikut meramaikan dan dipastikan ‘menghipnotis’ ajang bergengsi Sanur Open Golf Tournament V yang akan digelar pada 14-15 Agustus mendatang di Sanur.

Jean tercatat sebagai pemenang drive di 14 kali ajang turnamen golf dunia ‘Remax World Long Driver Tour’.

“Tidak sekadar hadir, Jean Daniels juga bakal memberikan coaching clinic secara gratis selama satu jam bagi peserta turnamen,” ujar Public Relations Manager Bali Beach Golf Course, Grace Jeanie, di Sanur, Selasa (11/8).

Bahkan menurut Executive Operations Bali Beach Golf, Nyoman Budiada, pencinta olahraga golf akan merasa rugi bila tidak sampai menyaksikan kepiawaian Daniels yang asal South Africa tapi menetap di negeri Jiran Malaysia.

“Jean Daniels akan memperagakan cara memukul bola yang unik dan tak lazim. Dalam pukulannya, bola bisa berputar-putar seperti digerakkan remote,” ujar Budiada. Model stick yang dipakai juga sangat khusus, antara lain berupa shaft yang terbuat dari selang karet.

Dalam turnamen golf yang dirangkaikan dengan ajang Sanur Village Festival IV ini akan dihadiri sekitar 200 peserta baik dari dalam negeri maupun mancanegara, seperti China, Jepang, Australia. China sendiri sudah memastikan 16 pegolfnya. (sss)

« KembaliSebelumnya »